Selasa, 9 Mei 2023
Materi Kelas 4A, 4B, 4C dan 4D
Hallo anak-anak sholih dan sholihah
Bagaimana kabarnya hari ini ?
Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan tetap semangat ya nak, dan jangan lupa sholat dhuha dan sholat fardhu nya jangan ditinggalkan yaa..
Tak lupa ibu guru juga mau mengucapkan terimakasih kepada Ayah Bunda yang sudah mau mendampingi anak-anak belajar di rumah.
Anak-anak karena hari ini kakak kelas kalian sedang melaksanakan US maka anak-anak belajar di rumah. Walaupun belajar di rumah tapi tetap harus menyimak materi dari Ibu Guru ya nak, Simak materi Bu Guru hari ini.
KISAH KETELADANAN WALI SONGO
Apakah anak-anak tahu siapakah Wali Allah itu??
Selain nabi dan rasul, terdapat wali Allah. Allah juga mengutus wali Allah untuk mengajak manusia ke jalan yang benar. Para Wali Allah merupakan orang-orang yang beriman dan bertakwa. Keimanan yang dimiliki wali Allah tidak dicampuri oleh kesyirikan. Mereka tidak mengakui kekuatan lain selain Allah. Ketaatannya kepada Allah juga sangat mendalam, mereka adalah orang-orang yang memiliki kedekatan kepada Allah.
Wali songo atau sembilan wali memiliki peran penting dalam penyebaran agama islam di Indonesia, khususnya pulau Jawa. Sembilan orang wali yang dimaksud adalah Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria serta Sunan Gunung Jati.
1. Sunan Gresik (Maulana Malik
Ibrahim)
Maulana Malik Ibrahim disebut juga Sunan Gresik atau Sunan Tandhes. Ia lahir di
Samarkand, Asia Tengah dan wafat di Desa Gapura, Gresik, Jawa
Timur.
Kisah keteladanannya adalah semangatnya mendakwahkan Islam. Sunan
Gresik
banyak membela rakyat (Jawa) yang tertindas oleh Majapahit. Ia
juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam.
2. Sunan Ampel (Raden Rahmat)
Sunan Ampel atau Raden Rahmat dianggap sebagai sesepuh oleh para
wali
lainnya. Makam Sunan Ampel terletak di dekat Masjid Ampel,
Surabaya.
Kisah keteladanan yang menarik adalah ketika Sunan Ampel berdakwah
kepada
Prabu Brawijaya. Meskipun akhirnya tidak memeluk agama Islam,
Prabu Brawijaya
terkesan dengan ajaran agama Islam sebagai ajaran budi pekerti
yang mulia. Sunan Ampel mengajarkan falsafah Moh Limo (5M). Yang dimaksud dengan Moh
Limo adalah tidak mau melakukan lima
perbuatan tercela, yaitu:
(1) main (berjudi)
(2) ngombe (mabuk-mabukan)
(3) maling (mencuri)
(4) madat (menghisap candu atau ganja)
(5) madon (berzina)
3. Sunan Bonang (Makhdum Ibrahim)
Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel dan sekaligus muridnya. Ia
wafat pada tahun 1525. Kisah keteladanannya adalah cara berdakwahnya yang bijak.
Sunan Bonang sering menggunakan kesenian rakyat untuk menarik simpati mereka.
Ia memasukkan alat musik bonang pada seperangkat alat musik gamelan. Oleh
karena itu, ia dikenal dengan sebutan Sunan Bonang. Sunan Bonang juga penggubah
Suluk Wijil dan Tembang Tombo Ati




